Selasa, Januari 13, 2009

83. Doa Para Murid, Penyembuhan dan Pelayanan

Rabu, 14 Januari 2009

Bacaan : Mk 1, 29-39

Kesan pertama membaca Injil Markus hari ini adalah Yesus tidak sendirian lagi dalam pewartaanNya. Bersama Dia sekarang ada sebuah komunitas kecil para muridNya yang siap membantuNya kapan saja. Komunitas Yesus dan para muridNya inilah yang sekarang mengunjungi rumah Petrus. Hampir pasti bisa kita bayangkan bahwa inilah rumah, basis bagi mereka dalam pelayanan Yesus, karena bersama mereka Petrus ada di sini.

Memasuki rumah ini, para murid temukan kenyataan bahwa ibu mertua Petrus lagi sakit. Bayangkan saja sebuah rumah tanpa ibu atau nyonya rumah yang sigap melayani lantaran sakit menimpanya. Maka para murid berinisiatip untuk meminta agar Yesus menyembuhkan wanita yang sakit itu. Yesus tak tunggu lama, Ia menyembuhkan wanita itu. Selanjutnya, episode berikut muncul. Wanita yag telah sembuh itu tampil dan melayani Yesus dan rombongan para muridNya.

Suatu rangkaian episode kisah yang indah. Mulai dengan doa para murid yang lahir dari keprihatinan akan perlunya seorang nyonya rumah yang melayani, mereka meminta dan Yesus turun tangan menyembuhkan ibu mertua Simon dan selanjutnya sebagai ucapan trima kasih mereka dilayani olehnya dengan sepenuh hati.

Gambaran kisah kehidupan kita dan orang di sekitar kita. Penderitaan ada di mana saja, hanya kadang tak terlihat karena mereka yang menderita tak dibutuhkan. Lain soal kalau mereka dibutuhkan. Makanya perlu kepekaan para murid untuk melihatnya, mendoakan dan meminta Tuhan campur tangan. Jangan kaget, kalau proses seperti ini dialami, maka sikap seperti ibu mertua Simon akan kita temukan di mana saja. Orang akan sedia dan siap melayani karena mereka merasa diberkati.

Tuhan, kiranya rangkaian peristiwa Injili hari ini membuka mata hati kami untuk berkarya bersamaMu, sehingga banyak orang tergerak dengan penuh syukur menjadi pelayanMu. Amin.

Copyright © 13 Januari 2009 by Ansel Meo SVD

82.Yesus Bergegas Mewartakan Khabar Gembira

Selasa, 13 Januari 2009

Bacaan : Mk 1, 21-28

Kita temui Yesus yang sudah didampingi komunitas kecil para muridNya. Mereka memasuki Kafarnaum, sebuah kota yang rupanya adalah yang terbesar di wilayah Galilea masa itu. Dan di sinilah Yesus memilih sebagai tempat atau basis bagi karyaNya di depan umum.

Markus mencatat kisah Yesus dan para muridNya demikian, "Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat."

Apa yang disampaikan teks singkat ini kepada kita pembaca masa ini? Saya kira satu pesan singkat ini bergema sangat kuat, bahwa Yesus tidak berlambat dalam memulai tugas perutusanNya. Dia tidak menunggu bahwa segala fasilitas dan pendukung bagi karyaNya lengkap baru mulai bertugas. Tetapi segera setelah tiba di sana, Ia bergegas memasuki sinagoga dan mewartakan tentang Injil Kerajaan Allah. Jadi segala perhatian Yesus ditujukan kepada pewartaan Khabar Gembira. Dan Dia menjalankanNya dengan begitu baik, sehingga semua yang mendengarNya heran dan mengagumi kebijaksanaan Allah dalam pewartaanNya, karena Ia mengajar mereka dengan penuh kuasa dan keahlian.

Sebuah indikasi untuk kita, bahwa kecintaan akan pelayanan seharusnya mengalahkan kecemasan akan dukungan, akan perlengkapan yang membantu karya. Yang terpenting ialah kita, manusia itulah yang siap melaksanakan karya Allah.

Tuhan, ajarilah kami untuk siap selalu menjalankan tugas dan pelayanan kami. Semoga kekurangan akan fasilitas yang mendukung karya tak menjadikan kami berlambat dalam pelayananMu. Amin.

Copyright © 13 Januari 2009 by Ansel Meo SVD

Minggu, Januari 11, 2009

81. Kerajaan yang diwartakan Yesus

Senin, 12 Januari 2009

Bacaan : Mk 1, 14-21

Kita bertemu dengan Yesus yang memulai karya pewartaanNya di depan umum. Dan Ia memulainya dengan menapaki jalan-jalan di daerahNya untuk mewartakan khabar Gembira kepada semua orang. Apakah yang diwartakan Yesus sesungguhnya? Injil hari ini menyatakan bahwa Yesus mewartakan khabar gembira tentang Kerajaan Allah sudah dekat. Bagi kita inilah khabar gembira yang berisi Sabda untuk dipercayai, Sabda yang dengannya manusia bisa mempercayakan diri dan hidup mereka sendiri. Dan Sabda itu tak lain adalah diri Yesus sendiri yang melalui pewartaan dan karyanya menunjukkan kepada manusia bahwa Kerajaan Cinta kasihNya tengah mengunjungi mereka.

Dan memang itulah yang terjadi pada para murid yang pertama. Mendengarkan Yesus yang memanggil mereka di tengah hidup dan pekerjaan mereka, merekapun mempercayakan diri dan hidup mereka kepada Yesus. Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes mendengarkan khabar gembira tentang Kerajaan Allah yang sudah dekat, mereka meyakininya dan menjawab panggilan Yesus dengan menyerahkan diri mereka untuk mengikuti Dia.

Seperti pada masa itu, kepada kita pada saat ini, pengalaman itu terulang. Pengalaman para murid sebenarnya adalah kisah kita. Hanya soalnya, apakah masih ada ruang dan waktu untuk mendengarkan, megikuti dan memutuskan untuk sungguh mengubah hidup.

Tuhan Yesus, semoga saat inipun, kami masih Kautemukan bersedia untuk mendengarkan SabdaMU dan mengikuti panggilanMu. Amin.
Copyright © 11 Januari 2009 by Ansel Meo SVD

80. Pesta Pembaptisan Tuhan Yesus

Pengungjung dan pembaca nan setia Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya karena berhubung terjadi kemacetan teknis pada komputer, kami tak sempat menyediakan renungan hari ini. Selamat Pesta Pembaptisan Tuhan kita Yesus Kristus. SELAMAT PESTA DAN SELAMAT HARI MINGGU. Terimakasih.